Des.Tunggul, -, Kec. Gondang, Kab. Sragen Prov. Jawa Tengah

+62 851-8308-97971

TK Santun dan Mulia Nusantara Laksanakan Kegiatan Manasik Haji di Wisata Edukasi Religi "Qolbu" Boyolali

Suasana ceria dan khidmat lantunan bacaan talbiah menggema di lingkungan Wisata Edukasi Religi "Qolbu" Boyolali yang luas. Anak-anak mulai berdatangan dengan mengenakan pakaian ihrom, Sabtu 22 Februari 2025. Hari itu adalah hari yang dinanti-nanti karena akan dilaksanakan Manasik haji untuk anak-anak bersama para wali santri, guru dan pembimbing.

Kegiatan latihan manasik haji ini diikuti oleh sekitar 100 santri dan wali santri TK Santun dan Mulia Nusantara Sragen. Acara ini dibuka oleh Kepala TK Santun dan Mulia Nusantara Sragen, Ust. Afifah Binti Sholihah, S.Pd dan dilanjutkan oleh sambutan dari Ketua Yayasan Ust. Dwijo Purnomo, S.Sos. 

Sebelum melakukan ritual latihan manasik haji, santri dan wali santri mendapat arahan dari Bpk. Zainun Mahfudz, S.Pd. M.Pd tentang prosesi ritual manasik haji yang akan dilaksanakan. Setelah selesai mendapatkan arahan mereka mulai mengikuti ritual latihan manasik haji dengan dipandu oleh Bpk. Zainun Mahfudz, S.Pd. M.Pd dan mulai berangkat ke Arofah dengan didampingi oleh guru/pembimbing masing-masing kloter (kelas). Untuk di Arofah ini sendiri terletak tepat di sebelah utara ka'bah. Sesampai di Arofah mereka dipandu untuk menjalankan solat sunnah dan berdoa.

Sehabis itu anak-anak diajak berjalan menuju muzdalifah untuk mengambil batu kerikil yang nantinya akan digunakan untuk melempar jumrah di mina. Tempat untuk melempar jumrah juga sudah disediakan dikomplek Wisata Edukasi Religi "Qolbu" Boyolali yang memiliki replika haji cukup lengkap. Seusai mengambil batu kerikil, bersama pemandu mereka berjalan menuju mina dan melakukan lempar jumrah.

Kegitaan lempar jumrah selesai dilanjutkan perjalanan menuju Ka’bah untuk melakukan Thawaf /mengelilinginya sebanyak 7 kali, sambil mengelilingi Ka’bah mereka mengucapkan “Tasbih, tahmid”. Acara diakhiri dengan berdoa di sekeliling Ka’bah. 

Tujuan diadakannya manasik haji ini sendiri adalah supaya anak-anak didik dan wali santri mengetahui bagaimana cara menunaikan ibadah haji yang merupakan rukun Islam ke 5 ini, jadi tidak hanya secara teori saja tetapi praktik mereka juga bisa. Acara manasik haji ini adalah acara rutin yang dilaksanakan setiap 1 tahun sekali.
“Setelah dilakukannya manasik haji bagi para peserta didik, harapannya anak-anak bisa menjadi pribadi yang berkualitas, berilmu, dan bertaqwa. Selain itu santri-santri bisa tertanam dalam hatinya untuk bercita-cita menjalankan ibadah haji yang merupakan rukun islam ke-5 ujar ust. dwijo.