Des.Tunggul, -, Kec. Gondang, Kab. Sragen Prov. Jawa Tengah

+62 851-8308-97971

Kegaiatan Observasi Santri Baru TK Santun dan Mulia Nusantara Sragen

Menyambut tahun ajaran baru 2025/2026, TK Santun dan Mulia Nusantara melaksanakan kegiatan Observasi. Berlangsung selama dua hari, Kamis-Jum'at, 20-21 Februari 2025, sekitar 25 anak usia dini mengikuti kegiatan observasi TK Santun dan Mulia Nusantara yang terletak di Jalan Ngrambe-Sragen, Winong, Tunggul, Gondang, Sragen.

Satu per satu wajah mungil penuh keceriaan dari anak usia dini memasuki gerbang TK Santun dan Mulia Nusantara Sragen. Penuh cinta dan kehangatan, tangan lembutnya dipegang oleh kedua orang tua yang sangat menyayanginya. Mereka hadir didampingi ayah bundanya. Ada juga yang datang lengkap bersama nenek, kakek, dan saudaranya.

Di antara anak-anak tersebut, ada yang memancarkan senyum, ada yang malu, dan ada juga yang penuh keheranan menyaksikan para guru yang ramah menyambut kehadirannya. Mereka penuh semangat melihat beragam mainan yang siap menemani hari-harinya ketika bersekolah nanti.

Adapun kegiatan observasi diperuntukkan bagi calon peserta didik baru yang sudah memutuskan untuk bersekolah di TK Santun dan Mulia Nusantara di tahun ajaran baru. Lewat kegiatan ini, guru akan memperoleh informasi awal terkait tumbuh kembang anak sebelum mendapatkan rangkaian kegiatan belajar di TK Santun dan Mulia Nusantara. Observer yang berasal dari guru akan mengamati tumbuh kembang anak lewat pengukuran, pengamatan, pencatatan, dan wawancara. Data hasil observasi nantinya akan diolah untuk merencanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

Ibu Tanti, yang merupakan salah satu orang tua dari peserta didik yang mengikuti observasi, mengatakan, “TK Santun dan Mulia Nusantara sudah seperti keluarga bagi kami. Dua anak saya bersekolah di sini.”

Selanjutnya, Ust. Afifah, selaku Kepala Sekolah, menyampaikan bahwa kegiatan observasi ini adalah penggalian data awal untuk memetakan kemampuan anak-anak yang akan masuk di TK Santun dan Mulia Nusantara. Ust. Afifah juga mengatakan bahwa kuota santri memang dibatasi mengingat ketersediaan gedung dan kemampuan sekolah.

"Sekolah kami ini tidak berbayar karena sekolah ini didirikan untuk membantu anak-anak dari masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang ingin mendapatkan sekolah yang berkualitas," ujar Ust. Afifah.

Semoga dengan observasi yang terlaksana di TK Santun dan Mulia Nusantara, peserta didik dapat lebih mengenal lingkungan sekolah, sehingga menghasilkan perencanaan pembelajaran yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan mereka.